SMART ENTREPRENEUR
Istilah Entrepeneur dipoulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria yang bernama Schumpeter (1883-1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perubahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu entrepreneur (wiraswastawan) Kewiraswastawan (entrepreneurship) pertama kali menyangkut perubahan. Para wiraswastawan melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri biasanya bukan penemu. Namun demikian, ini menentukan wiraswastawan dan kewiraswastawan.
Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan di tanggapinya secara kreatif dan inovatif.
Kewiraswastaan berbeda dengan manajemen. Kewiraswastaan merupakan penggabungan kekuatan untuk memulai perubahan dalam produksi sedangkan manajemen meliputi penggabungan untuk memproduksi. Oleh karena itu manajemen merujuk kepada koordinasi tanpa henti dari proses produksi, yang dapat dilihat sebagai penggabungan terus menerus dari factor-faktor produksi. Sedangkan kewiraswastaan merupakan gejala yang tidak sinambung, yang muncul untuk memulai perubahan-perubahan proses produksi dan kemudian hilang sampai muncul kembali untuk memulai perubahan lain lagi. Sedangkan informasi adalah data yang dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Informasi merupakan “Jantung persoana membuk enta pintu suksesan” kata Herb Cohen.
Smart berarticerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan “Jika anda tidak pandai, maka Anda akan harus cerdas.” Definisi yang lebih luas smar entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan ancaman serta menggabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya. Inti dari smart entrepreneur penggunakan otak kanan dan otak kiri secara optimal atau penggunaan instusi dan informasi secara cerdas. Instusi ini merupakan bisikan hati. Instusi merupakan kemampuan mengetahui sesuatu tanpa difikirkan secara sadar.
Orang-orang yang termasuk smart entrepreneur adalah Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple Macintosh), Henry Ford (Ford Motor), Seichiro Honda (Honda), Akio Morita (Sony), Konisike Matsushita (Matsushita), Anita Roddick (The Body Shop), Sam Walton (Wal-Mart), Jerry Yang (Yahoo), Jeff Bezons (Amazon), Piere Omidyar (eBay) dan sebagainya. Sebagian besar entrepreneur top dunia sebagai entrepreneur yang smart entrepreneur. Mereka menggabungkan informasi dan intuisi untuk meraih kesuksesan bisnisnya.
Sumber: M.Suyanto, SMART IN ENTREPRENEUR : Belajar dari Kesuksesan Pengusaha Top Dunia.
Label : www.amikom.ac.id






0 komentar:
Posting Komentar